Kamis, 05 November 2015

Penangkal ilmu hitam

Penangkal santet tanah kuburan Seorang mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya), Lidya Karina berhasil menciptakan panduan penangkal infeksi ginjal akut ketika sang pasien berada di Intensive Care Unit (ICU) dengan terapi cuci darah. Lidya Karina mengatakan bahwa panduan ini ditujukan bagi para pekerja farmasi di rumah sakit, ketika pemberian obat pencegah infeksi saat pasien http://ngsupplychainaustralia.com/technology-blogs-that-work-well-check-out-these-ideas/ membutuhkan terapi cuci darah. \”Ide awal bermula dari banyak temuan pasien di Intensive Care Unit (ICU) yang sedang menjalani terapi cuci darah terkena infeksi. Biasanya pasien di ICU mengalami kondisi kritis dan seperti gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut merupakan kondisi di mana terjadi penurunan fungsi ginjal secara mendadak,\” kata


Lidya kepada wartawan, Rabu (30/9/2015). Lidya menjelaskan bahwa untuk membantu ginjal melakukan tugasnya kembali, maka dibutuhkanlah alat bantu dari luar tubuh untuk membersihkan racun atau obat yang telah menumpuk pada tubuh manusia. Pada pasien ICU yang kondisinya kritis dan cenderung tidak stabil butuh cuci darah dengan waktu pencucian yang lebih panjang. Metode ini disebut cuci darah 24 jam atau dalam istilah lain Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT). \”Disisi lain, daya tahan tubuh pada pasien di ICU yang mengalami kondisi kritis sangatlah lemah. Kondisi ini menyebabkan pasien ICU rentan terserang oleh kuman-kuman dari lingkungan rumah sakit yang umumnya kebal dan tidak


bisa dilawan http://ngsupplychainaustralia.com/the-best-advice-for-blogging-your-way-to-success/ dengan terapi antibiotika biasa. Untuk melawan kuman-kuman bandel tersebut biasanya dokter harus meresepkan antibiotika yang lebih kuat yang disebut Vancomycin,\” imbuh Lidy.



Penangkal ilmu hitam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar