Sabtu, 28 Februari 2015

Perilaku konsumen dan produsen

Perilaku tercela Saat sekelompok remaja bersama-sama menjalankan motor sambil mengacung-acungkan senjata tajam, orang akan merasa prihatin. Belum lagi jika kemudian timbul korban jiwa dari orang-orang di sekitar mereka. Korbannya acak dan sangat mungkin tidak kenal sebelumnya dengan para pelaku yang melukai mereka. Inilah fenomena geng motor yang marak di berbagai daerah. Beberapa http://www.mgutm.ru/bitrix/redirect.php?event1=&event2=&event3=&goto=http://www.gurupendidikan.com/ kasus terakhir diberitakan terjadi di Yogyakarta. Ada banyak hal yang dapat menjadi faktor penyebab munculnya geng motor remaja. Meskipun demikian, jika ingin melihat yang paling awal, faktor keluarga menjadi faktor yang cukup penting dilihat. Dari keluargalah, anak mendapatkan berbagai warna dalam perilaku di masa-masa perkembangan hidup selanjutnya. Baik perilaku yang


dapat dikaterigorikan adaptif maupun yang tidak. Anak-anak yang memutuskan untuk mengikuti geng motor yang melakukan perilaku meresahkan acapkali dibesarkan dalam keluarga yang cenderung abai terhadap perkembangan anak. Orangtua dalam keluarga semacam ini pada umumnya tidak memiliki cukup waktu untuk menciptakan ruang-ruang kebersamaan dengan anak. Pengabaian terhadap anak tersebut antara lain dapat disebabkan oleh dua hal: Kesibukan orangtua Mengumpulkan materi dan uang menjadi sebuah tujuan penting dalam banyak keluarga di zaman sekarang. Tujuan ini kemudian mendorong para orangtua menghabiskan banyak waktu untuk bekerja. Fenomena bekerja dari pagi-pagi buta hingga larut malam banyak ditemui di berbagai daerah khususnya di kota-kota besar. Belum


lagi fenomena orangtua bekerja jauh dari keluarga bahkan hingga keluar negeri. Akibatnya, banyak anak yang tidak memiliki waktu bersama orangtuanya. Mereka kemudian relatif akan berjuang dan berkembang sendiri dalam kehidupannya. Tanpa kehadiran orangtua yang sebenarnya dapat menemaninya dalam kehidupan sehari-hari, anak akan berpotensi melakukan berbagai perilaku tidak adaptif. Dari pihak orang tua sendiri, mereka seringkali sadar bahwa karena kesibukannya mereka kurang memberi perhatian pada anak. Akibatnya, dalam banyak kasus, mereka berusaha melakukan kompensasi demi mengurangi rasa bersalahnya dengan memenuhi berbagai keinginan anak akan materi. Hal ini sebenarnya hanya akan membuat perasaan orangtua menjadi lebih baik namun kurang memiliki pengaruh positif


pada anak. Anak http://www.intellichat.com/demonstrate?url=http://www.gurupendidikan.com/ justru akan tumbuh menjadi pribadi yang konsumtif dengan memandang pemenuhan keinginan akan materi sebagai hal yang paling penting dalam hidupnya.



Perilaku konsumen dan produsen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar