Sabtu, 28 Februari 2015

Perkembangan anak usia 6 bulan

Perkembangan anak usia 6 bulan Bagi banyak pria yang telah menikah, salah satu momen yang mendebarkan dalam kehidupannya adalah saat kelahiran sang anak. Saat penting itu datang, banyak perasaan / emosi kuat yang menyertainya. Rasa berdebar-debar, bahagia, bangga, kasih sayang, dan syukur adalah beberapa di antaranya. Terbayang masa-masa penting sesudahnya. Bersama sang istri mengajari anak http://www.rss.geodles.com/fwd.php?url=http://www.gurupendidikan.com/ tentang banyak hal dalam kehidupan juga menjaganya dari hal yang dapat mengancam merupakan tugas selanjutnya. Peran ibu pada perkembangan anak memang penting. Ibulah yang seringkali dianggap sebagai figure paling penting bagi anak di tahun-tahun awal kehidupannya. Meskipun demikian, peran ayah dalam perkembangan anak ternyata juga tidak dapat diabaikan bagitu saja.


Ayah ternyta memiliki peran khas dalam pengasuhan anak. Dalam suatu survey di Amerika Serikat (Nesbitt, 2012), lemahnya atau ketiadaan ayah atau figur ayah yang menggantikannya (kakek, paman, dsb) dalam keseharian hidup anak berhubungan dengan perilaku tidak adaptif atau perilaku nakal (delinquency) pada anak. Pada anak laki-laki, lemahnya atau ketiadaan figur ayah akan memaksanya menjalankan peran sebagai lelaki di rumah secara lebih dini. Hal ini akan mengancam haknya untuk menikmati masa kanak-kanak secara optimal dan menimbulkan beban emosional tersendiri. Beberapa terdorong menjalankan perilaku negatif yang seakan-akan berhubungan dengan perilaku yang umum dilakukan orang dewasa misalnya merokok, mengkonsumsi minuman keras, dan semacamnya.


Sementara itu bagi anak perempuan, lemahnya atau ketiadaan figur ayah dalam hidupnya akan mendorong munculnya rasa tidak aman karena persepsi terhadap tidak adanya perlindungan dalam kesehariannya. Hal ini mempengaruhi pandangannya terhadap lawan jenis, diri sendiri, dan dunia sekitarnya. beberapa kasus seks usia dini dan kehamilan pra nikah merupakan salah satu efeknya. Sebaliknya, Ditta M. Oliker Ph.D. seorang psikolog klinis dari Los Angeles (2011) mengatakan bahwa anak yang mengalami relasi yang intensif dengan ayahnya semenjak lahir akan tumbuh menjadi anak yang memiliki emosi yang aman (emotionally secure), percaya diri dalam mengeksplorasi dunia sekitar, dan ketika tumbuh dewasa mereka akan dapat mampu


membangun relasi sosial yang baik. Kecenderungan ayah secara umum yang berinteraksi dengan anak khususnya lewat aktivitas bermain ternyata akan memfasilitasi anak dalam mengelola emosi dan perilaku mereka. Ahli lain yakni Rosenberg, Jeffrey & Wilcox (2006) mengungkapkan bahwa ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak di masa kecilnya akan mendorong anak lebih berprestasi secara akademis di masa dewasanya. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bawa anak-anak yang pengasuhannya melibatkan peran ayah secara aktif akan berprestasi lebih baik khususnya dalam kemampuan verbal, fungsi intelektual dan capaian akademisnya. Yang terakhir, Waterston & Brenda, (2006) mengungkapkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan selain penting untuk perkembangan anak


ternyata juga akan berperan positif terhadap pasangannya. Seperti di ketahui, meskipun merupakan saat yang banyak ditunggu kaum ibu, proses hamil, melahirkan, dan merawat anak di tahun-tahun awal juga berpotensi mendatangkan beban psikologis. Keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan http://www.rpp.com.pe/enlaweb.php?e=www.gurupendidikan.com/ di masa-masa ini akan meringankan depresi kaum ibu saat melakukan pengasuhan terhadap anak (maternal depression). Menurunnya depresi ibu selanjutnya akan berdampak positif bagi pengasuhan terhadap anak.



Perkembangan anak usia 6 bulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar